.

Islam Rahmatan Lil Alamin

suaratebuireng – Isu agama menjadi persoalan sensitif di masyarakat. Menurut Habib Ismail Fajrie Alatas, Doctoral Candidate Anthropology & History University of Michigan, Ann Arbor, masyarakat perlu memperluas cara pandang agar tidak menyikapi isu agama secara frontal dan agresif. 


“Masalah hari ini dan paling fundamental adalah kurangnya ilmu. Seseorang perlu memiliki ilmu mendalam dan perspektif luas, agar bisa memandang persoalan dari berbagai perspektif dan tidak saklek di satu pandangan. Itulah mengapa para ulama terdahulu selalu mengajarkan kita untuk mendalami ilmu dan memperluas bacaan dan wacana kita,” ungkap penulis buku Sungai Tak Bermuara (2006) jelang Diskusi sesi II di Perpustakaan Pesantren Tebuireng, Senin (25/08) itu.
Lebih jauh, Habib Ismail mengajak untuk terus melakukan dialog-dialog pemikiran seiring dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan khazanah keilmuwan klasik yang diajarkan oleh masayikh terdahulu. “Sehingga, ilmu menjadi hidup. Itulah yang kemudian melahirkan tradisi. Tradisi bukan sesuatu yang beku, ia berkembang,” ungkapnya.
Pria kelahiran 18 September 1983 itu juga menekankan pentingnya mempelajari sejarah islam yang ada di berbagai belahan dunia.Sehingga akan diketahui bahwa islam masuk dalam kelompok-kelompok masyarakat yang kemudian terjadi dialektika dalam masyarakat. “Islam masuk ke kelompok masyarakat akan ada perbedaan dan konflik, di sanalah muncul dinamika kehidupan. Dari sanalah kita akan tahu bahwa islam adalah agama rahmatan lil alamin,” pungkasnya. (rob)

Sekapur Sirih

105,3 Radio Suara Tebuireng, hadir sebagai satu-satunya radio di Jombang yang mengemas secara khusus keselarasan antara program da’wah dan informasi tanpa meninggalkan fungsi radio sebagai media hiburan, yang disajikan dengan kesejukan dalam tutur kata.
Keunikan inilah yang telah membuat kami menjadi referensi, barometer dan cara hidup bagi masyarakat pendengar yang loyal, yaitu “Keluarga Muslim yang DINAMIS, MODERN namun tetap berpegang kepada nilai-nilai RELIGIUS dengan toleransi tinggi” .

Dengan berbekal pengalaman dalam melayani pendengar (ummat) dan mitra kerja, kami memahami cara penyajian program siar yang kreatif, informatif, edukatif serta menghibur. Melengkapi itu semua, 105,3 Radio Suara Tebuireng, juga menghadirkan pesan motivasi, kisah hikmah, pesan satir dalam media jokes, radio play, materi siaran kata, insert, features dan lainnya. Semua itu disajikan secara sejuk, menghibur dan menyejukkan.

Menyikapi perkembangan teknologi informasi saat ini, 105,3 Radio Suara Tebuireng menghadirkan website www.suaratebuireng.com sebagai Pusat Informasi & Da'wah Islam sekaligus terintegrasi dengan fasilitas Radio Streaming suaratebuireng.com sehingga 105,3 Radio Suara Tebuireng tetap dapat menikmati dimanapun berada dengan memanfaatkan koneksi jaringan internet. Selain itu pendengar juga bisa berkomentar melalui jejaring sosial di  facebook : Suara Tebuireng serta twitter : @suaratebuireng