• MOTIVASI MUSLIM - Siaran pembuka yang mengajak pendengar mengawali aktivitas dengan semangat bekerja dan beribadah
  • Ibadah Sholat Jumat Disiarkan Langsung dari Masjid Agung Baitul Mukminin Kabupaten Jombang. Khoirun Naas Anfa'uhum Lin Naas
  • KHAZANAH PESANTREN: Program yang menghadirkan ularan pondok pesantren, mulai dari tradisi, biografi kyai/ulama, serta profil pondok pesantren yang disajikan secara santai dan menarik diiringi sholawat khas pesantren.
  • NGAJI ALA SANTRI:Pengajian Kitab Al Hikam yang berisi petuah dan nasihat-nasihat kehidupan yang berharga. Hadir setiap hari pukul 13.00 - 14.00 WIB.
  • SEMINAR INTERNASIONAL:"Sumbangsih Pemikiran KH Muhammad Hasyim Asy'ari pada Umat Islam", Selasa, 03 Mei 2016 Pukul 08.00 WIB s/d Selesai di Gedung KH Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng. Pembicara: Mustafa Ibrahim Al Mubarak (Dubes Saudi Arabia di Indonesia), Prof Dr KH Ali Mustofa Ya'kub, Prof Dr KH Tolhah Hasan, dan KH Syukron M'mun.
  • Ngaji Bareng Kitab Al Ghoyah Wa Taqrib, karya Al Qadhi Abu Syuja' Ahmad bin Al Husain bin Ahmad Al Asfihaaniy bersama Gus Jamil, Pengasuh PP Walisongo Cukir Diwek Jombang, setiap hari Senin, 15.30 s/d 16.30 WIB

Senin, 25 Juli 2016

RIYOYO KUPAT TERBANGKAN BALON

Suaratebuireng – Perayaan hari raya idul fitri di setiap daerah memiliki kekhasan tersendiri. Tidak terkecuali masyarakat Desa Bandung Kecamatan Diwek Jombang yang memiliki tradisi menerbangkan puluhan balon terbang, tepat pada hari ke-7 lebaran atau yang biasa disebut riyoyo kupat. Tradisi turun-temurun sejak 2012 ini dipelopori oleh seluruh remaja masjid Desa Bandung. Hal ini semata-mata dilakukan untuk meramaikan masjid pada momentum lebaran.

Setiap masjid atau mushollah Desa Bandung diharuskan membuat balon terbang minimal 2 balon untuk selanjutnya bersama-sama diterbangkan. Maka, tidak diragukan, seluruh masyarakat Desa Bandung berbondong-bondong meramaikannya.

Menerbangkan balon terbang tersebut diselenggarakan pada hari Rabu, 13 Juli 2016, dimulai pukul 06.00 WIB di Musholla Nurul Huda Gebang Malang Bandung. Menurut penuturan warga Gebang Malang Bandung, M Suwandi, kegiatan ini bukan sekedar kegiatan tanpa makna. Akan tetapi, kegiatan ini memiliki banyak filosofi. Diantaranya, balon yang memiliki beraneka ragam warna menjadi simbol masyarakat yang beragam mulai dari ras, agama, pekerjaan, sikap, karakter yang menyatu dalam masyarakat yang guyup. Sedangkan balon yang diterbangkan ke atas merupakan simpol supaya cita cita bisa terbang ke atas menuju tujuan.